Malang – Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Merdeka Malang terus melakukan pembenahan fasilitas melalui program renovasi gedung yang telah berlangsung selama kurang lebih satu setengah tahun. Renovasi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan kualitas sarana belajar bagi mahasiswa.
Dekan FTI Unmer Malang, Mardiana, mengatakan renovasi gedung dilakukan karena bangunan tersebut telah berusia sekitar 35 tahun dan kerap kali mengalami kebocoran, terutama ia juga menyebutkan bahwa masalah kebocoran yang sebelumnya menyebabkan banjir di dalam gedung kini telah teratasi. Menurutnya, perbaikan telah beberapa kali dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, namun masalah kebocoran terus berulang sehingga diperlukan renovasi yang lebih menyeluruh. Renovasi akhirnya direalisasikan setelah Ketua Yayasan bersama tim rektorat meninjau langsung kondisi bangunan dan menilai bahwa gedung sudah saatnya diperbaiki.
Fokus utama renovasi berada di lantai empat, khususnya pada perbaikan struktur atap yang sebelumnya menjadi sumber kebocoran. Selain itu, dilakukan penataan ulang beberapa ruangan, pengecatan area gedung, pembangunan smoking area bagi mahasiswa, serta pembenahan halaman depan FTI yang akan dilengkapi dengan identitas fakultas berupa tulisan “FTI”.
Wakil Dekan I Bidang Akademik, Ahmad Rofiqul Muslikh, menambahkan bahwa desain bangunan sebelumnya memiliki bagian tengah yang terbuka sehingga air hujan mudah mengenai sisi bangunan dan menyebabkan kebocoran. Oleh karena itu, desain gedung diperbarui agar lebih tertutup, lebih tinggi, dan lebih modern. Proses pengerjaan menjadi cukup panjang karena tingkat kesulitan pembangunan berada pada bagian atap lantai atas.
Dari sisi mahasiswa, renovasi tersebut mendapat respons positif. Putra, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi semester tiga, menilai fasilitas yang ada saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia mengaku kursi-kursi yang digunakan mahasiswa kini lebih nyaman dan area halaman depan terlihat lebih luas. Menurutnya, proses renovasi juga tidak mengganggu kegiatan perkuliahan karena pengerjaan dilakukan secara rapi. Ia juga menyebut bahwa masalah kebocoran yang sebelumnya menyebabkan banjir di dalam gedung kini sudah tidak lagi terjadi.
Sementara itu, El, mahasiswa semester lima, mengungkapkan bahwa renovasi memang sempat berdampak pada aktivitas perkuliahan. Beberapa laboratorium di lantai empat tidak dapat digunakan selama proses pembangunan sehingga sejumlah kelas harus dipindahkan ke gedung Pascasarjana. Namun, ia mengakui bahwa renovasi sangat diperlukan mengingat kebocoran yang terjadi sebelumnya cukup mengganggu proses pembelajaran dan menyebabkan kerusakan pada plafon serta mengotori peralatan laboratorium.
Menurut El, fasilitas yang masih diharapkan mahasiswa ke depan antara lain pembangunan lift dan peningkatan spesifikasi komputer laboratorium agar dapat menunjang kegiatan akademik secara lebih optimal.
Pihak fakultas menargetkan seluruh proses renovasi dapat selesai secara optimal pada bulan Oktober. Setelah seluruh instalasi jaringan dan perangkat komputer kembali tertata, berbagai fasilitas yang telah diperbarui diharapkan dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh sivitas akademika.
Melalui renovasi ini, FTI berharap mahasiswa dapat belajar dengan lebih nyaman, aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan, serta semakin betah berada di lingkungan kampus. Selain itu, peningkatan kualitas fasilitas juga diharapkan mampu mendukung perkembangan Fakultas Teknologi Informasi dan menarik lebih banyak mahasiswa baru pada masa mendatang.
