UKM Fest 2025 telah diselenggarakan dengan mengusung tema "Garis Waktu Bertemu". Konsep utama acara tahun ini diubah, di mana mahasiswa baru (Maba) diwajibkan untuk tampil di panggung, menggantikan peran senior mereka pada tahun-tahun sebelumnya. Acara ini diikuti oleh 28 UKM dan disaksikan oleh lebih dari 1.500 mahasiswa. Konsep Tujuan Acara, Ketua Pelaksana (Ketupel) UKM Fest 2025, Rian, menjelaskan bahwa konsep ini dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi antara Maba dengan para senior yang membimbing mereka untuk tampil. Hal ini berbeda dari tahun sebelumnya yang berfokus pada open recruitment.
Vania Intan dari Divisi Acara menambahkan, tujuan utama tema tersebut adalah untuk menyatukan seluruh UKM, beserta anggota lama dan anggota barunya. Berdasarkan rencana, acara UKM Fest 2025 memiliki susunan jadwal yang padat di dua venue berbeda.
Rencana Pagi (Venue Indoor): Persiapan panitia dimulai pukul 04.30 WIB. Registrasi mahasiswa baru dibuka pukul 06.00 hingga 06.45 WIB. Peserta kemudian memasuki venue utama di Balai Merdeka (BM) pukul 06.45 WIB. Rangkaian acara di dalam BM, yang mencakup sambutan, defile, dan penampilan 28 UKM, dijadwalkan berlangsung hingga waktu Ishoma sekitar pukul 11.30 atau 12.00 WIB.
Rencana Siang (Venue Outdoor): Setelah Ishoma selama satu jam , kegiatan dipindahkan ke venue outdoor di area parkir psikologi. Acara di luar ruangan ini berkonsep festival, diisi dengan berbagai tenan, booth interaktif UKM, live band, kampanye kemanusiaan, dan flash mob. Acara dijadwalkan selesai pukul 15.00 WIB.
Fakta Keterlambatan: Meskipun rundown telah disusun, panitia Divisi Keamanan, Fania, melaporkan adanya kemunduran jadwal pada hari pelaksanaan. "Yang seharusnya jam 6 udah di absen segala macem, tapi acaranya malah mundur ke jam setengah 9," ungkap Fania.
Kendala Internal Panitia dan Persiapan
Sejumlah panitia melaporkan adanya tantangan internal erkait SDM. Vania (Divisi Acara) menyebutkan bahwa dari total 49 panitia yang terdaftar, hanya sekitar 20 orang yang aktif berpartisipasi. Akibatnya, banyak panitia yang harus merangkap tugas i beberapa divisi. Vania sendiri mengaku merangkap tiga divisi, sementara Fania (Divisi Keamanan) menyatakan pihaknya turut membantu Divisi Perlengkapan (Perkab) yang kekurangan orang. Vania juga menyoroti adanya panitia yang "menyepelekan jobdesk".
Situasi ini dipersulit oleh persiapan yang mepet. Rian (Ketupel) mengaku baru menjabat satu bulan sebelum hari H, sehingga persiapan dilakukan "benar-benar mendadak". Keterbatasan waktu ini juga berdampak pada minimnya sponsor, yang tercatat hanya dua, yakni Maxim dan Alamu.
Dampak Keterlambatan Vendor
Keterlambatan juga datang dari pihak vendor. Vendor panggung i Balai Merdeka dilaporkan baru melakukan loading pada malam hari sebelum acara. Hal ini berdampak langsung pada persiapan peserta. Gladi bersih yang direncanakan akhirnya batal. Vania menjelaskan bahwa Maba yang hendak gladi, termasuk yang akan tampil band, terpaksa dipulangkan dan tidak mendapat jatah soundcheck.
Ragam Tanggapan dari Mahasiswa Baru
Di kalangan peserta, acara ini menuai tanggapan beragam. M.R.S (UKM Futsal) menilai acara "Seru!" dan memberi rating 8/10. Rekannya, M.B., merasa "lumayan capek" dengan rating 7/10
Di sisi lain, F.D. (UKM Bidik) menilai acara "membosankan sekali" (rating 5/10). la juga mengkritik sikap panitia. "Saranku ya.. Panitianya nggak usah galak-galak. Masa abis baru masuk kayak aku digeret-geret (tarik-tarik) gini," keluh D. F.D. juga mengakui bahwa ia sempat keluar-masuk area acara ,yang ditanggapi oleh M.R.S: "Tapi itu salahmu sih... Ya karena kamu keluar keluar"
Perbedaan Penilaian dan Harapan
Penilaian akhir dari internal panitia menunjukkan adanya perbedaan pandangan. Rian (Ketupel) dan Fania (Keamanan) sama-sama memberikan nilai 10/10, dengan Fania mengapresiasi kerja sama panitia yang ada. Sebaliknya, Vania (Acara), yang melaporkan banyak kendala internal, memberikan nilai 4/10. MT
Meski demikian, Rian dan Vania menyuarakan harapan yang sama agar ke depannya kerja sama dan kekompakan antar UKM bisa lebih solid. Fania juga berharap panitia selanjutnya lebih kompak dan rutin mengadakan evaluasi.
Penulis : Fian
Penyunting : Nova
Layouter : Daffa
