Pesan Terkirim!

Tim kami akan segera membalas.

Penutupan PKKMB 2025 Universitas Merdeka Malang

MediaCivitas
Kamis, 20 Agustus 2026
WartaBasement (WB)

MALANG, 22 Oktober 2025 - Hujan deras mengguyur Dodikjur Rindam V Brawijaya Malang, memaksa rangkaian penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dihentikan lebih awal. Agenda puncak yang telah disiapkan, Parade Defile mahasiswa baru, terpaksa dibatalkan, dan mahasiswa baru dipulangkan sekitar pukul 15.00 WIB, satu jam lebih cepat dari jadwal semula.

Meski jadwal berubah mendadak, keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan utama keselamatan peserta. "Kemungkinan besar, pemikirannya untuk kesehatan Maba yang baru ini yang paling utama diperlindungkan," tutur pak Didit dari Satker Pengamanan Unmer. Panitia pelaksana, Glenn Christian, tak menampik adanya rasa kecewa karena agenda utama batal. "Kita seharusnya ada rangkaian Parade Defile di akhir bagi penutupan. Tapi karena hujan deras acaranya tidak diadakan," ujar Glenn.


Walau begitu, Glenn, yang bersiaga di lokasi sejak pukul 05.30 WIB, tetap mengambil sisi positif dari seluruh rangkaian acara. Baginya, melihat perkembangan maba adalah sebuah kepuasan tersendiri. "Capek, tapi menyenangkan melihat pokok-pokok (maba) bisa berkembang. Bisa terlatih juga secara mental di rangka ini," tuturnya. Meski acara tidak sempurna karena cuaca, ia memberi nilai 8/10, "Ini mestinya sepuluh, tapi karena hujan jadinya delapan".


Semangat Maba Tetap Tinggi

Antusiasme maba pun tampaknya tidak ikut luntur oleh hujan. Brenda Alicia, maba dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), justru membanjiri panitia dengan pujian.

"Kesan saya itu asik, seru. Terus kakak panitianya juga keren- keren. Tidak marah-marah. Terus bisa menyesuaikan dengan porsinya mahasiswa," ungkap Alicia. la juga mengapresiasi pelatih yang dinilainya "baik" dan "tidak terlalu keras".

Rekan satu fakultasnya, Dimas Adi, mengamini hal tersebut. Meskipun lelah, pengalaman berlatih PBB sangat berkesan. "Sebenarnya capek, sih. Tapi latihan baris-baris sama teman- teman seru banget," kata Dimas. la bahkan memberi nilai 9/10, yang menurutnya "bisa sepuluh " ika cuaca mendukung.


Tentu, ada beberapa catatan kecil. Dimas menyarankan agar panitia mempertimbangkan tempat penyimpanan tas saat hujan. "Soalnya kalau hujan itu teman-teman bingung mau naruh tas di mana. Tasnya ditaruh pinggir lapangan," keluh Dimas. Sementara itu, Nuno dari Fakultias Hukum, meski merasa kegiatan PBB "kayak nggak nyamnbung aja mas sama kampus," ia tetap mengakui ada momen berkesan, "Bisa hormat sambil jalan, saya baru tahu," ujarnya.


Tantangan di Balik Layar

Di balik layar, im Korps Sukarela (KSR) PM I juga menghadapi tantangan tersendiri. Selain beriibaku dengan tenda yang kembali roboh diterpa angin dan hujan, mereka juga menghadapi ulah beberapa maba.

"Ada yang pura-pura sakit, terus sempat nge-prank kami dari KSR, gitu," ungkap Shakira dari KSR. Namun, ia membawa kabar baik, jumlah maba yang sakit menurun, yang dimana pada hari pertama terhitung sebanyak 80 mahasiswa yang sakit, namun pada hari kedua menurun "menjadi 30 mahasiswa.


Terlepas dari berbagai kendala cuaca dan teknis, semangat peserta mendapat apresiasi tertinggi. Brigita dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU), yang ikut mengawasi jalannya acara, memuji antusiasme maba.

"Saya (melihat) partisipasi Maba dalam acara ini sangat- sangat bagus. Mereka sangat semangat, sangat enjoy (menikmati) dalam kegiatan penutup," pungkasnya.


Penulis : Fian


Penyunting : Najma


Layouter : Naufal