Pesan Terkirim!

Tim kami akan segera membalas.

Neng Ning Nung Nang Filosofi Jawa Kuno yang Menjawab Keresahan Manusia Modern

MediaCivitas
Rabu, 19 Agustus 2026
Sastra
**MALANG** - Gedung A Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya hari Rabu (11/2/2026) pukul 09.00 WIB. Dalam acara bedah buku Neng Ning Nung Nang, penulis Setyo Hajar Dewantoro menawarkan kebijaksanaan lokal sebagai solusi atas krisis eksistensial yang kerap melanda manusia modern. Buku yang dirilis tahun 2025 ini melanjutkan kesuksesan karya Setyo sebelumnya, yakni Medseba dan Suwung. Dalam pemaparannya, Setyo berambisi mengangkat filosofi Jawa agar setara dengan konsep-konsep global yang sudah mapan. "Jika Jepang punya lkigai dan Yunani punya Stoikisme, saya ingin memperkenalkan bahwa kita punya ajaran luhur yang sebenarnya bisa dinikmati siapa saja. Nilainya universal, meski dibungkus istilah Jawa," paparnya di hadapan peserta. Setyo menyoroti betapa rentannya manusia modern saat ini. Banyak yang kehilangan tujuan hidup dan sulit merasa bahagia di tengah tantangan zaman. la bahkan menyebut era sekarang sebagai zaman "Kolobendu" atau zaman kekacauan, sehingga manusia membutuhkan pegangan mental yang kuat. Menurutnya, standar manusia yang baik adalah mereka yang mengerti tujuan hidupnya, mampu bahagia dalam situasi apa pun, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui buku ini, Setyo menantang Sivitas Akademika khususnya di Malang untuk lebih kritis dan giat menggali "permata" kebijaksanaan Nusantara, mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. "Harapannya, akademisi semakin mau bekerja keras menemukan bukti-bukti keluhuran dari tanah Nusantara. Kita butuh bukti nyata bahwa kita pernah mengalami masa gemilang. Rasa bangga atau pride inilah yang penting sebagai bekal kita menghadapi masa depan," pungkasnya. Penulis : Fian Penyunting : Najma Layouter : Daffa