MALANG — Malang Peduli Sumatera (MPS) telah merampungkan koordinasi terkait keberangkatan Kloter 2 relawan yang dijadwalkan berangkat pada Rabu, 10 Desember 2025 menuju wilayah terdampak bencana di Langsa, Aceh. Rangkaian keputusan tersebut dihasilkan melalui rapat koordinasi pada 8–9 Desember 2025 di Posko Induk MPS. Relawan kloter 2 berjumlahkan 16 personel yang akan diberangkatkan menggunakan satu unit Hiace menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan dengan kapal KPLP. Tim ini dipimpin oleh Mello RPA dengan Nagoya GG sebagai sekretaris. Dalam tahap persiapan, kebutuhan perbekalan obat-obatan masih perlu dilengkapi.
Dalam rapat itu, MPS menugaskan Kloter 2 untuk melakukan asesmen terkait lokasi posko jangka panjang, termasuk ketersediaan air bersih, akses perbelanjaan, serta pasokan bahan bakar. Tim juga diminta menyusun rencana jangka pendek berupa jadwal keberangkatan, aktivitas selama perjalanan laut, dan agenda kerja sesampainya di Langsa. Untuk dukungan logistik, MPS masih menunggu kepastian armada dari Everest/FEVCI guna membawa barang dari pelabuhan menuju titik posko. Sejumlah alternatif lokasi posko turut dibahas, seperti rumah relawan, gudang atau ruko di depan SDN 13 Langsa, hingga Ruang Multiguna UNSAM yang saat ini digunakan untuk menampung mahasiswa terdampak dan menyediakan dapur umum dengan kapasitas 5.500 porsi per hari.
Untuk dukungan logistik, MPS masih menunggu kepastian armada dari Everest/FEVCI guna membawa barang dari pelabuhan menuju titik posko. Sejumlah alternatif lokasi posko turut dibahas, seperti rumah relawan, gudang atau ruko di depan SDN 13 Langsa, hingga Ruang Multiguna UNSAM yang saat ini digunakan untuk menampung mahasiswa terdampak dan menyediakan dapur umum dengan kapasitas 5.500 porsi per hari. Adapun mobilisasi logistik dari Belawan ke Langsa diperkirakan memerlukan biaya carter truk sekitar Rp2,2 juta per unit dengan kapasitas 2,5 ton. MPS masih berupaya memperoleh tambahan armada dari Everest/FEVCI untuk memperkuat distribusi bantuan.
Berdasarkan rencana awal, kapal KPLP yang mengangkut 16 personel beserta 7,8 ton logistik diperkirakan tiba di Langsa pada 13 atau 14 Desember 2025. Sementara itu, sekitar 11 ton bantuan berupa air mineral yang tidak dapat dimuat di kapal akan dialihkan menggunakan kontainer. MPS juga melaporkan adanya kendala komunikasi dengan tim lapangan terkait detail program dan skema penyaluran bantuan. Koordinasi lanjutan dijadwalkan berlangsung pada malam hari setibanya rombongan di Medan.
MPS merilis laporan donasi per Kamis, 11 Desember 2025 pukul 10.25 WIB. Total donasi uang yang terkumpul mencapai Rp92.420.000, sementara donasi barang yang telah terkirim tercatat sebanyak 41.156,48 kg atau 41 ton. Dari total dana tersebut, sebelumnya telah digunakan Rp56.333.000, sehingga menyisakan saldo Rp36.087.000. Tiga relawan yang masih berstatus mahasiswa turut terlibat aktif dalam gerakan ini, yaitu Faisal (Psikologi), Johanes Irawan (Hukum), dan Irfan Maulana (Teknik Mesin).
Saat ini yang paling dibutuhkan adalah bantuan uang, obat-obatan, bahan makanan pokok, alat untuk menyaring air serta perlengkapan sanitasi, dan berbagai kebutuhan harian lainnya kecuali pakaian. Karena itu, MPS juga menginformasikan bahwa donasi berupa pakaian sudah tidak bisa diterima lagi.
Penulis : Ainun
Penyunting : Najma
Layouter : Daffa
