Pesan Terkirim!

Tim kami akan segera membalas.

Inovasi Lokal Pengelolaan Sampah Plastik Menjadi Eco Paving Block untuk Patok Batas Wilayah Desa

MediaCivitas
Sabtu, 12 September 2026
Editor: lpm civitas
Layouter: Ja 7126
WartaBasement (WB)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Merdeka Malang Kelompok 14 mengembangkan inovasi pengelolaan sampah plastik menjadi eco paving block di Desa Sukodadi. Produk tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai bagian dari pembangunan patok batas wilayah desa. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pengumpulan sampah plastik yang melibatkan SDN Sukodadi 2. Kegiatan ini bertujuan mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya lingkungan sekolah, dalam pengelolaan sampah plastik.


Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyusun konsep dan materi sosialisasi serta melaksanakan pre-test dan post-test sebagai bagian dari Program Bank Sampah. Sampah plastik yang terkumpul dari lingkungan sekolah dan masyarakat kemudian melalui sejumlah tahapan pengolahan, mulai dari pemilahan berdasarkan jenis, pembersihan, pengeringan, pencacahan, pelelehan, dan pencampuran material. Material yang telah diproses selanjutnya dicetak dan dipres menggunakan cetakan paving block. Setelah melalui proses pendinginan, material tersebut menghasilkan eco paving block yang dapat dimanfaatkan sebagai material nonstruktural.


Material yang telah diproses selanjutnya dicetak dan dipres menggunakan cetakan paving block. Setelah melalui proses pendinginan, material tersebut menghasilkan eco paving block yang dapat dimanfaatkan sebagai material nonstruktural. Selain di lingkungan sekolah, sosialisasi pengolahan eco paving block juga dilakukan kepada masyarakat Dusun Jamuran. Warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah serta praktik pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang dapat digunakan kembali.


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada tahapan pengolahan sampah plastik, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pembersihan, pengeringan, pencacahan, pelelehan, hingga pencetakan menjadi eco paving block. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan peluang pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Eco paving block yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan dalam pembangunan landmark nonstruktural sebagai penanda batas wilayah desa. Landmark tersebut dibangun di wilayah perbatasan Desa Sidorahayu dan Desa Sukodadi, melalui Dusun Jamuran yang berbatasan dengan Dusun Bunton dan Dusun Tulusayu, Desa Sidorahayu.


Pembangunan patok batas wilayah dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari koordinasi dengan perangkat desa, survei dan penandaan titik lokasi, persiapan alat dan bahan, pemasangan patok batas wilayah, hingga tahap penyelesaian atau finishing.